Rezky Aditya dan Citra Kirana Umrah di 10 Hari Terakhir Ramadan

Rezky Aditya dan Citra Kirana merencanakan ibadah umrah pada 10 hari terakhir Ramadan 2026. Pasangan selebritas ini ingin menjalani bulan suci dengan cara yang lebih bermakna dan penuh keutamaan spiritual. Rezky mengungkapkan rencana tersebut saat di temui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu 14 Februari 2026.

Keputusan berangkat umrah di penghujung Ramadan bukan tanpa alasan kuat. Sepuluh hari terakhir Ramadan di kenal sebagai periode paling mulia dalam kalender Islam karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Rezky dan Citra ingin memanfaatkan momentum istimewa ini untuk beribadah secara maksimal di Tanah Suci.

Menariknya, rencana umrah kali ini bukan perjalanan berdua saja. Rezky mengajak rombongan yang cukup besar termasuk keluarga besar dan teman-teman dekat mereka. Perjalanan ibadah yang melibatkan banyak orang tercinta ini menunjukkan keinginan pasangan tersebut untuk berbagi kebaikan dan kebersamaan di bulan penuh berkah.

Rencana Matang Menyambut Ramadan

Rezky Aditya sudah mempersiapkan rencana yang sangat matang untuk menyambut Ramadan tahun ini. Ia ingin memastikan bahwa seluruh ibadahnya berjalan maksimal tanpa hambatan yang berarti. Persiapan di mulai jauh sebelum bulan puasa tiba, termasuk mengatur jadwal pekerjaan dan komitmen lainnya.

Aktor tampan ini menyampaikan keinginannya dengan penuh semangat. Ia merasa bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan melainkan momentum untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat kebersamaan dengan keluarga. Tahun ini ia bertekad menjalani puasa dengan lebih khusyuk di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain umrah, Rezky juga sudah memikirkan berbagai tradisi Ramadan yang akan di jalani bersama keluarga besar. Mulai dari buka puasa bersama hingga urusan mudik menjelang Lebaran, semuanya sudah masuk dalam perencanaan. Ia tidak ingin melewatkan satu momen berharga pun selama bulan suci ini.

Citra Kirana atau yang akrab di sapa Ciki juga menunjukkan antusiasme yang sama. Sebagai istri, ia mendukung penuh rencana spiritual yang di susun suaminya. Keduanya sepakat bahwa Ramadan tahun ini harus menjadi yang paling bermakna dalam perjalanan rumah tangga mereka.

Athar Tidak Ikut ke Tanah Suci

Rezky Aditya memutuskan untuk tidak mengajak putra semata wayangnya Keene Atharrazka Adhitya dalam perjalanan umrah kali ini. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang mengingat usia Athar yang masih sangat kecil. Menjalani ibadah umrah di Tanah Suci membutuhkan stamina dan kesiapan fisik yang mungkin belum sesuai untuk anak seusia Athar.

Athar akan tetap berada di Indonesia selama kedua orang tuanya menjalankan ibadah di Mekkah. Rezky memastikan bahwa putranya mendapatkan pengasuhan yang baik dari keluarga selama ia dan Citra berada di Tanah Suci. Meskipun tidak bisa membawa sang anak, rasa rindu tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan ini.

Namun Rezky sudah merencanakan agar kebersamaan dengan Athar tetap terjaga. Ia memastikan bahwa dirinya dan Citra akan kembali ke Indonesia tepat waktu untuk merayakan Idul Fitri bersama sang buah hati. Hari Lebaran menjadi momen yang tidak boleh terlewatkan untuk berkumpul sebagai keluarga utuh.

Rezky menjelaskan bahwa mereka sudah mengatur jadwal kepulangan dengan cermat. Ia dan Citra dijadwalkan tiba di Tanah Air sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Dengan demikian, keluarga kecil ini tetap bisa merayakan Lebaran bersama-sama meskipun sepuluh hari sebelumnya berada di negeri yang berbeda.

Berburu Malam Lailatul Qadar di Mekkah

Sepuluh hari terakhir Ramadan menyimpan keutamaan luar biasa yang menjadi alasan utama Rezky dan Citra memilih waktu tersebut untuk umrah. Malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan kemungkinan besar jatuh pada malam-malam ganjil di periode ini. Banyak umat Muslim dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk mendapatkan keberkahan malam mulia tersebut.

Beribadah di Masjidil Haram pada malam-malam terakhir Ramadan memberikan pengalaman spiritual yang sangat mendalam. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti seluruh penjuru Mekkah ketika jutaan jamaah berkumpul untuk itikaf dan berdoa. Rezky dan Citra ingin merasakan sendiri keagungan momen tersebut.

Tahun lalu, Rezky juga berangkat umrah pada periode serupa yaitu di minggu terakhir Ramadan 2025. Saat itu, ia berangkat terlebih dahulu tanpa Citra karena jadwal yang berbeda. Pengalaman spiritual yang sangat berkesan membuat Rezky ingin mengulanginya tahun ini, kali ini bersama sang istri sejak awal.

Namun perjalanan umrah tahun lalu juga memberikan pelajaran berharga. Rezky sempat jatuh sakit dan dinyatakan positif demam berdarah saat berada di Madinah pada Maret 2025. Kondisinya sempat menurun drastis hingga Citra harus menyusul ke Tanah Suci untuk merawat suaminya. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih mempersiapkan kondisi kesehatan tahun ini.

Pelajaran dari Pengalaman Umrah Sebelumnya

Perjalanan umrah Ramadan 2025 menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh Rezky Aditya dan Citra Kirana. Rezky berangkat dengan penuh semangat pada 16 Maret 2025 untuk mengejar malam Lailatul Qadar di Tanah Suci. Namun dua hari setelah tiba di Madinah, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun drastis.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, Rezky dinyatakan positif terkena demam berdarah. Ia harus banyak beristirahat di kamar hotel dan bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Sahabat-sahabatnya yang turut dalam rombongan dengan sigap merawat Rezky selama kondisinya belum stabil.

Citra yang saat itu berada di Jakarta langsung merasa sangat khawatir. Tanpa berpikir panjang, ia memutuskan terbang menyusul suaminya ke Tanah Suci. Keputusan spontan ini menunjukkan betapa besarnya rasa cinta dan kepedulian Citra terhadap kesehatan suaminya.

Bersyukur, kondisi Rezky berangsur membaik. Trombositnya naik secara drastis dan ia akhirnya bisa kembali beribadah. Hikmah terbesar dari kejadian tersebut yaitu Rezky dan Citra akhirnya bisa mengejar malam Lailatul Qadar bersama-sama di Masjidil Haram. Mereka menjalani itikaf bersama di malam ganjil bulan Ramadan.

Pengalaman tahun lalu menjadi bekal berharga untuk perjalanan umrah Ramadan 2026. Rezky dan Citra kini lebih memperhatikan aspek kesehatan dan persiapan fisik sebelum berangkat. Mereka tidak ingin pengalaman sakit terulang kembali dan berharap ibadah tahun ini berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Mengajarkan Makna Puasa kepada Athar

Ramadan tahun ini juga menjadi momen penting bagi Rezky Aditya dan Citra Kirana untuk mulai memperkenalkan ibadah puasa kepada putranya. Keene Atharrazka Adhitya yang usianya masih sangat kecil mulai diajarkan dasar-dasar agama secara bertahap melalui cara yang menyenangkan.

Rezky mengaku sudah memberikan pengertian tentang puasa secara perlahan kepada Athar. Ia memilih pendekatan yang santai melalui obrolan ringan sebelum tidur. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak seusianya, Rezky menjelaskan konsep menahan diri dari makan dan minum selama siang hari.

Sebagai orang tua, Rezky merasa sudah saatnya sang anak mengenal nilai-nilai keagamaan meskipun belum wajib menjalankannya. Memberikan contoh langsung menjadi metode yang paling efektif. Ketika Athar melihat kedua orang tuanya berpuasa dan beribadah dengan tekun, secara alami ia akan belajar menghargai dan memahami makna Ramadan.

Citra Kirana juga menerapkan pendekatan yang sama. Ia tidak pernah memaksa anaknya untuk langsung berpuasa penuh. Sebaliknya, ia membiarkan Athar mencontoh perilaku orang tuanya secara sukarela. Proses pembelajaran yang natural dan tanpa tekanan ini diharapkan bisa menanamkan kecintaan terhadap ibadah sejak dini.

Tradisi Mudik ke Bandung dan Cimahi

Selain umrah, tradisi mudik juga tetap masuk dalam agenda tahunan keluarga Rezky Aditya dan Citra Kirana. Setelah kembali dari Tanah Suci, mereka berencana pulang ke kampung halaman Citra di Jawa Barat untuk merayakan Lebaran bersama keluarga besar.

Rezky sudah menyiapkan rencana mudik ke Bandung dan Cimahi yang menjadi tempat tinggal keluarga Citra Kirana. Tradisi berkumpul bersama keluarga besar saat Lebaran menjadi hal yang sangat penting dan tidak boleh terlewatkan. Momen silaturahmi ini menjadi perekat hubungan antarkeluarga yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Sebelum mudik, Rezky juga merencanakan kegiatan buka puasa bersama dengan keluarga dan teman-teman dekat selama bulan Ramadan. Tradisi bukber menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan sambil berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah.

Kombinasi antara umrah di Tanah Suci dan mudik ke kampung halaman menjadikan Ramadan tahun ini sangat istimewa bagi keluarga kecil Rezky dan Citra. Mereka menjalani dimensi spiritual melalui ibadah di Mekkah sekaligus dimensi sosial melalui silaturahmi dengan keluarga besar di Jawa Barat.

Perjalanan Cinta yang Teruji

Rezky Aditya dan Citra Kirana menunjukkan bahwa fondasi rumah tangga mereka semakin kokoh seiring berjalannya waktu. Pasangan yang menikah pada Desember 2019 ini terus membuktikan keharmonisan mereka melalui berbagai aktivitas bersama termasuk dalam urusan ibadah.

Keduanya juga dikenal sebagai pasangan yang aktif berolahraga bersama. Olahraga padel menjadi hobi baru yang mereka geluti dan bahkan berhasil meraih prestasi. Rezky dan Citra pernah memenangkan juara pertama dalam sebuah kompetisi padel dan mendapatkan hadiah berupa tiket umrah. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan mereka menghasilkan hasil positif di berbagai bidang.

Selain olahraga, Rezky dan Citra juga kompak dalam urusan bisnis fashion. Citra merilis busana Muslim hasil kolaborasi dengan beberapa desainer dan Rezky selalu mendampingi istrinya dalam setiap peluncuran produk. Dukungan timbal balik ini menjadi kunci keharmonisan rumah tangga mereka.

Perjalanan rumah tangga Rezky dan Citra memang tidak selalu mulus. Berbagai ujian dan cobaan pernah menghampiri mereka termasuk masalah hukum yang sempat menyita perhatian publik. Namun keduanya berhasil melewati setiap badai dengan tetap saling mendukung dan memperkuat ikatan sebagai suami istri.

Inspirasi Ramadan dari Pasangan Selebritas

Rencana Rezky Aditya dan Citra Kirana untuk menjalani umrah di Ramadan memberikan inspirasi positif bagi banyak keluarga Muslim di Indonesia. Menggabungkan ibadah puasa dengan perjalanan ke Tanah Suci merupakan impian banyak orang dan pasangan ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang hal tersebut bisa terwujud.

Cara mereka menyeimbangkan kehidupan karier, keluarga, dan ibadah juga patut diapresiasi. Di tengah kesibukan sebagai publik figur, Rezky dan Citra tetap memprioritaskan aspek spiritual dalam kehidupan mereka. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hubungan dengan Sang Pencipta.

Pendekatan mereka dalam mengajarkan nilai agama kepada Athar juga memberikan contoh yang baik. Tidak memaksa anak untuk langsung menjalankan ibadah secara sempurna, melainkan memperkenalkannya secara bertahap dengan penuh kasih sayang. Metode ini lebih efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap agama dibandingkan dengan pendekatan yang otoriter.

Tradisi mudik yang tetap mereka jaga meskipun jadwal sangat padat juga mengingatkan pentingnya silaturahmi dalam budaya Indonesia. Kesibukan dan jarak tidak boleh menjadi penghalang untuk berkumpul bersama keluarga besar terutama di momen-momen istimewa seperti Hari Raya Idul Fitri.

Harapan untuk Ramadan 2026

Rezky Aditya menaruh harapan besar agar Ramadan 2026 menjadi bulan suci terbaik dalam hidupnya. Ia ingin menjalani puasa secara penuh tanpa ada hari yang terlewat. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya mengajarkannya bahwa konsistensi dalam ibadah membutuhkan tekad yang kuat dan persiapan yang matang.

Bersama Citra Kirana, ia berharap perjalanan umrah kali ini berjalan lancar tanpa kendala kesehatan seperti yang terjadi tahun lalu. Keduanya sudah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi tantangan beribadah di Tanah Suci selama bulan puasa yang cuacanya sangat panas.

Bagi keluarga kecil ini, Ramadan bukan sekadar kewajiban agama tetapi merupakan momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mempererat hubungan keluarga. Rezky dan Citra ingin menjadikan setiap Ramadan lebih baik dari tahun sebelumnya, dan rencana umrah di sepuluh hari terakhir menjadi langkah konkret menuju tujuan mulia tersebut.